Kamu, Pelangi di Senja Hari :)
Aku menemukanmu berbatas ruang dan waktu. Warnamu kelabu, kamu tahu. Bukan siapa, hanya udara yang mengaburkan pandangku padamu, entitasmu. Entah bagaimana alam berkontemplasi mempertemukan kita. Yang bahkan sebenarnya kelewat sunyi untuk berkata-kata.
Ah, kata-kata
Betapa sederhana sebenarnya, oleh apa ini bermula. Tentang begitu banyaknya kesamaan diantara kita, entah benar atau hanya perasaanku saja. Menjelmakanmu menjadi spektrum cahaya yang begitu majemuk, menjadikannya benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Entah hilang kemana kelabumu. Entah bagaimana rupa gelombang yang menelannya dalam dimensi yang tak bisa kupahami.
Warnamu berbias, seperti pelangi :)
Tapi ini senja hari. Aku seperti gadis kecil yang bermain di taman bunga sejak hari masih pagi. Dengan harap yang amat sangat, menanti kesempatan untuk bisa mengagumi betapa indah warna pelangi. Yang pernah kudengar dari dongeng manusia-manusia kini; mereka yang begitu karib berkawan dengan realita tapi juga enggan memusnahkan mimpi tentang tangga bidadari.
Toh akhirnya kamu muncul juga.
Pun semburatmu lembut, kamu terlihat begitu nyata. Dan pada akhirnya aku tak akan lagi sebatas menerka-nerka.
Tentang warnamu yang begitu indah, tidak saja dari cerita mereka.
Tapi sekali lagi, ini senja hari. Kamu akan pergi, segera setelah udara menjelma dalam hitam yang menggelapkan seluruh; menelanmu dengan begitu angkuh.
Seakan belum cukup, sebuah suara dari kejauhan berkali memanggilku. Yang kemudian kujawab dengan sahutan parau, menjadikannya sebuah keharusan untuk berbalik arah lalu menenggelamkan diri di balik pintu.
Kamu seperti pelangi di senja hari.
Aku dan kamu, pada suatu waktu harus saling berucap sampai jumpa. Pun sesingkat apa waktu kita, enggan aku menganggapnya utopia.
Karena kuharap kamu tidak akan menjelma menjadi semata elegi.
Meski bersekat ruang, aku percaya kamu selalu ada di suatu tempat yang tidak akan terjamah siapapun kecuali kamu:
HatikuĀ :)